Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 Januari 2019
Belum berjudul
Obrolan kodok menemani,
meja kayu kecil.
Dinding triplek bergandeng tembok.
Ruang biasa,
sempit dan pengap.
Terkadang dalam tekanan.
Beralas karpet dan dinginnya semen.
Kosong, kala menatap ke loteng.
Bukan tak ada loteng. Ada
Tapi mata ini yang kosong
Kosong, karna syaraf ini juga kosong
Tak ada yang bisa dilihat
Tapi hati berkata: mungkin belum.
Masih ada harapan
Kugantung disisa usia
Meski sampai tubuh ini renta.
ruang biasa, 5 jan 2011
--------------------------------------------------
akan baik jika beberapa pindah ke sini
daripada terus tergolek di kertas lusuh
Tak semua, hanya yang dimau.
--------------------------------------------------
Minggu, 31 Desember 2017
Coretan Sembilan Tahun Silam
Di penghujung tahun Masehi yang berhujan ini, saya ingin melengkapi blog ini dengan sebuah coretan. Apakah puisi? atau apalah yang saya tulis sembilan tahun silam.
__________________
Hanya sebulan
Itu tak lama
Aku kenal dia, aku kenal dia dan aku kenal dia
Hai, kamu dari mana?
Oh, kawan aku dari sana
Kulahap semua yang ada dan kau juga
Cuma sebulan
Hanya sebentar saja
Sudah akrabkah kau dengan dia?
Oh, sudah kawan baru saja kutemui dia
Kawan, kenapa matamu berair?
Oh, itu sengaja. Kutinggalkan disini untuk kenangan.
Aku akan kesana sebentar
Doakanlah hanya sebentar
Kau juga pasti kesana sebentar
Hanya sebulan saja kawan
Mengsisi ruang delapan
Ya, kan?
Artinya adakah padamu?
Disana aku dan kau menunggu.
(9 Juli 2008)
Coretan ini saya tulis kala malam gelap lampu mati, kalau diingat-ingat saya baru saja membeli sebuah buku dan itu memotivasi untuk menulis coretan di atas.
Btw, tidak ada judul saya tulis, dalam catatan yang saya simpan sudah saya beri judul. Tapi entah kenapa saya tak ingin itu saya tulis disini. Mungkin lain kali, jika saya berniat. Dan ada satu huruf yang saya hilangkan, satu huruf Kapital. Mungkin juga nanti akan saya tambahkan, jika saya berniat.
Minggu, 15 Mei 2016
Shock Therapy
Panik
Jantung bagai berpacu mendahului waktu
30 menit yang lalu
Getaran di tanah membuat getaran di jantung makin memburu
Patenggangan 5E, Padang
03 Desember 2010
Rabu, 14 Oktober 2015
Kabut Fog
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Gelap
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Tak ada matahari
Tatkala malam tiba. Jangkrik mulai ada
Tatkala malam tiba. Udara berubah sejuk
Bila malam tiba. Aku berangsur mengantuk
Bila malam tiba. Kasur terasa lebih empuk
Kemarin malam hujan turun
Rintik-rintiknya begitu deras menampar seng
Aku terjaga
Oh, ternyata aku kebelet pipis
Malam ini hujan tak turun
Aku masih terjaga
Berangsur-angsur malam menutup tirainya
Fajar pun menjelang,
menyingsing di ufuk timur
Tapi ada satu hal yang pasti
Kabut belum pergi
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Tak ada matahari
Tatkala malam tiba. Jangkrik mulai ada
Tatkala malam tiba. Udara berubah sejuk
Bila malam tiba. Aku berangsur mengantuk
Bila malam tiba. Kasur terasa lebih empuk
Kemarin malam hujan turun
Rintik-rintiknya begitu deras menampar seng
Aku terjaga
Oh, ternyata aku kebelet pipis
Malam ini hujan tak turun
Aku masih terjaga
Berangsur-angsur malam menutup tirainya
Fajar pun menjelang,
menyingsing di ufuk timur
Tapi ada satu hal yang pasti
Kabut belum pergi
Minggu, 02 Agustus 2015
Minggu, 16 November 2014
Musim Hujan Telah Datang !!!
Rupanya sekarang sudah masuk musim penghujan
Hujan turun melulu, melulumelulu turun hujan.
Bahkan saat sekarang saya tulis ini tulisan hujan
telah mengguyur permukaan bumi.
Suara rintik hujan berteriak ditelingaku mengalahkan suarasuara lainnya.
Hujan datang biasa di petang hari lanjut ke malam hari.
kalau tengah hari dia sering tak mau datang.
Aspal jalan yang sebelumnya panas dibakar mentari berasap
tatkala diguyur hujan, jalanan menjadi licin.
tapi kulihat mobil dan motor masih berjalan dengan kencang.
Apa mereka tidak takut ban kendaraan mereka melepas gripnya.
Apa mereka tidak takut terjadi Aquaplaning?
Waduh, ini anak tetangga berdiri di tengah hujan
Berlonjaklonjak kegirangan mengiringi hujan yang makin semangat
Apa tidak takut demam atau masuk angin?
Tidaklah, namanya juga anakanak.
Wah, makin deras saja
Makin tersumbat telinga oleh rintik di atap seng.
Anginpun tak mau kalah, rintikrintik hujan melayanglayang
ditiup angin. Makin bersemangat saja hujan di sore minggu.
Hujan turun melulu, melulumelulu turun hujan.
Bahkan saat sekarang saya tulis ini tulisan hujan
telah mengguyur permukaan bumi.
Suara rintik hujan berteriak ditelingaku mengalahkan suarasuara lainnya.
Hujan datang biasa di petang hari lanjut ke malam hari.
kalau tengah hari dia sering tak mau datang.
Aspal jalan yang sebelumnya panas dibakar mentari berasap
tatkala diguyur hujan, jalanan menjadi licin.
tapi kulihat mobil dan motor masih berjalan dengan kencang.
Apa mereka tidak takut ban kendaraan mereka melepas gripnya.
Apa mereka tidak takut terjadi Aquaplaning?
Waduh, ini anak tetangga berdiri di tengah hujan
Berlonjaklonjak kegirangan mengiringi hujan yang makin semangat
Apa tidak takut demam atau masuk angin?
Tidaklah, namanya juga anakanak.
Wah, makin deras saja
Makin tersumbat telinga oleh rintik di atap seng.
Anginpun tak mau kalah, rintikrintik hujan melayanglayang
ditiup angin. Makin bersemangat saja hujan di sore minggu.
Minggu, 05 Juni 2011
Apa itu Gempa?
Awan diatas sedang merangkak, menyusuri biru langit di hari yang cerah.
Tanahku dibawah berhenti,
tak pernah bergerak kecuali kehendak Tuhan.
Tanahku dibawah berhenti,
tak pernah bergerak kecuali kehendak Tuhan.
Kamis, 02 Juli 2009
Jalan Berliku
Menyusuri setiap tapakan tanah di hutan itu dengan badan penuh peluh, tak sempat ku usap, aku hanya ingin menyelesaikan perjalanan ini,
Jalan yang penuh liku di tepian sungai nan jernih, dilingkupi pepohonan rindang.
Banyak yang ku injak, tak sengaja terinjak semut...ohh...maaf...
"Jalanku juga berliku" ucapnya. "kenapa kau lemas begitu ?".
"Ah...bukan aku hanya keletihan saja...", "cobalah nanti kau lihat..."
"Ya sudah..."
Pejalanan berliku begitu letih, namun aku bangga pada temanku semut...
Jalan yang penuh liku di tepian sungai nan jernih, dilingkupi pepohonan rindang.
Banyak yang ku injak, tak sengaja terinjak semut...ohh...maaf...
"Jalanku juga berliku" ucapnya. "kenapa kau lemas begitu ?".
"Ah...bukan aku hanya keletihan saja...", "cobalah nanti kau lihat..."
"Ya sudah..."
Pejalanan berliku begitu letih, namun aku bangga pada temanku semut...
Langganan:
Postingan (Atom)

