Laman

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

“..................................MUSRIK !!!!”......................???

Beberapa minggu lalu. Lupa kapan tepatnya. Disuatu hari jumat, ketika shalat jumat saya terdiam mendengar kotbah dari katib yang sedang berbicara di depan. Biasanya saya juga terdiam kalau katib lagi berkotbah dan memang jamaah diharuskan diam. Tapi karena kotbah kali ini disampaikan katib dengan bersemangat, makanya terdiam saya sedikit berbeda dengan biasanya.
Isi kubahnya menyinggung masalah kelompok kelompok yang memecah dalam agama islam. Katib dengan suara keras menyampaikan bahwa orang orang yang berkelompok kelompok atau golongan yang menyebabkan perpecahan atau membuat tidak bersatunya umat islam adalah musrik. Wow, sebagian jemaah menurut info yang saya dengar dari rekan semesjid malah ada yang tertawa. Karena lucu? Mungkin.
Katib menyuruh jamaah merujuk surat Ar Rum ayat 31-32. Saya kutip bunyi ayatnya : “...dan janganlah kamu termasuk orang orang yang menyekutukan Allah. Yaitu orang orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”
Katib sempat menyebutkan beberapa “golongan” yang ada di Indonesia seperti Muhammadiyah, NU. Beberapa parpol islam sempat disebut juga macam PKB, PPP, PKS, PAN dan ada satu lagi saya lupa.
Al Quran yang saya punya ternyata ada catatan kaki pada kata “mereka” pada ayat 32. Catatan kaki itu bernomor 640. Setelah saya cek catatan kaki tersebut terdapat keterangan sbb: “meninggalkankan agama tauhid dan menganut berbagai kepercayaan menurut keinginan mereka.”
Meninggalkan tauhid maka layak dikatakan musrik. Jika golongan golongan yang disebutkan diatas telah meninggalkan tauhid maka layak pula golongan tersebut dikatakan musrik termasuk pengikut-pengikutnya. Begitu akhirnya saya mengambil kesimpulan.

Rabu, 29 Februari 2012

Waktu untuk perkara yang bermanfaat


Allah telah memberikan begitu banya nikmat dan karunia kepada manusia, tak terhitung telah berapa banyak nikmat yang telah Dia berikan. Bahkan hidayah untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan adalah termasuk salah satu nikmat yang perlu untuk disyukuri. Namun terkadang hal seperti itu sering dilupakan.

Salah satu nikmat penting yang Allah karuniakan kepada manusia adalah waktu. Secara umum waktu itu adalah sejak manusia dilahirkan sampai nanti ajal menjemput. Waktu ini dipergunakan manusia untuk menjalani kehidupan dengan berbagai macam aktivitas di dalamnya, mulai dari menuntut ilmu, makan, berolahraga dan lain sebagainya tergantung kepada kepentingan masing-masing.

Pada sebuah hadits dalam kitab Arba’in yang disusun oleh imam An Nawawi, Abu Hurairah ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Diantara tanda sempurnanya islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi dan yang lainnya). Dalam hadis ini memang tidak secara jelas dibicarakan masalah waktu, namun secara tidak langsung hadits ini menyinggung masalah waktu. Terdapat kata-kata “hal-hal yang tidak bermanfaat”, tentu ini menyangkut masalah waktu. Jika ada hal yang tidak bermanfaat maka tentu ada juga hal yang bermanfaat.

Dalam kitab Al Wafi yang merupakan penjelasan dari hadits-hadits pada kitab Arba’in, Dr. Musthafa Dieb Al-Bugha dan Muhyiddin Mistu (penulis kitab Al Wafi) menjelaskan bahwa perkara yang mendatangkan manfaat bagi manusia adalah perkara-perkara yang berkaitan dengan kebutuhan manusia paling mendasar, meliputi: sandang, pangan dan papan. Juga perkara yang berhubungan dengan keselamatan hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Diluar masalah-masalah ini, maka tergolong kepada perkara-perkara yang tidak bermanfaat.

Dengan demikian setiap manusia haruslah berusaha untuk selalu menggunakan waktunya untuk perkara-perkara yang bermanfaat sebagai bentuk rasa syukur manusia tersebut kepada pencipta yang telah memberikannya sepotong waktu untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Dan agar Allah memberikan balasan dan nikmat terbaik yaitu surga ketika putaran waktu di semesta alam ini berakhir. (yk/23/02/2012)