Laman

Kamis, 22 April 2010



POndok aksara adalah sebuah impian, bagi saya. sebuah perencanaan yang coba dibuat untuk ikut andil dalam meningkatkan minat baca, awal konsepnya seperti itu, tapi ga tau sekarang gimana.
Awal mula idenya ketika saya baca sebuah novel ' Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken'.
Selesai baca novel tersebut timbul ide ingin punya sebuah perpustakaan. Akhirnya pengen punya sebuah/hal-hal yang berbau buku.
Dari sanalah muncul impian-impian yang pengen saya wujudkan. Walaupun sekarang masih namanya saja yang terwujud, Tapi saya yakin apa yang saya cita-citakan akan terwujud, insyaAllah.
Saya berharap semangat ini tidak hilang dimakan waktu, saya berharap kedepan ada hal-hal baru yang akan terwujud, dan yang terpenting saya yakin Allah Yang Maha Mendengar, mendengar doa saya. Amin

Jumat, 09 April 2010



Foto ini saya ambil waktu himatika unp 90 lagi ada acara talk show 'Man jadda wa jada'
di lokal perkuliahan MKU.
Terlihat sudah ada sedikit gubahan pada foto ini dari yang aslinya.

Rabu, 07 April 2010

new link

kunjungi juga:
www.forsia-fmipa-unp.blogspot.com
www.moslemicon08.multiply.com

Minggu, 28 Maret 2010

BISNIS BUKU

Berikut ini tulisan dari blogkage.wordpress.com
, bagi yang minat bisnis buku silahkan BACA.


Menakar prospek bisnis toko buku diskon

Oleh Yacob Yahya

Kebutuhan masyarakat akan buku memang seolah tak ada habisnya. Karena itulah, usaha yang satu ini tetap menjanjikan. Apalagi kalau buku-buku itu dijual dengan harga murah, pembeli bakal antre. Mari, simak seluk-beluknya.

Sore itu, Mimin, anak kelas dua SMA, kecewa karena barang yang hendak dibelinya tak kunjung ada. Sudah sekian lama dia menyelami setiap kios buku di kawasan Terban,Yogyakarta. Sebenarnya, yang diubernya hanyalah sebuah buku pelajaran biologi. Maklum, kala itu semester baru. “Stok sudah habis sejak kemarin. Saya harus segera kontak penerbitnya,” tutur Sutarti, pemilik kios buku Erty, yang terletak di kawasan Terban.

Larisnya buku yang diburu ini membuat Sutarti wajib belanja tiga kali seminggu. Bujet rata-rata sekali belanja Rp 1 juta. Seusai semester baru bagi anak sekolah, tibalah kalender baru bagi anak kuliah. Di hari-hari biasa, para murid, pengajar, aktivis,ataupun pengajar les privat juga memburu buku bacaan. Rezeki seakan tiada hentimengalir. Saat ini, setidaknya omzet Rp 300.000 bergerincing masuk ke kantongnya.”Kalau memang sedang ramai, omzet Rp 1 juta sehari juga bisa,” ungkapnya sambil tersenyum.

Sutarti tak sendiri. Dengan resep harga diskon sebagai kekuatan dagang, ada 30 kios buku diskon yang hidup berderet di sepanjang jalan yang membelah gedung kampus Universitas Islam Indonesia (UII) dan gedung BRI. Lahan itu disediakan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menggiatkan UKM. Tak perlu biaya sewa, hanya cukup bayar karcis harian Rp 400.

Praktis, sejak lima belas tahun lalu, Sutarti hanya bermodal gerai dan stok awal sediaan. Hanya, sebagian besar buku yang disediakan adalah buku akademik atau bacaan yang “agak intelek”-semacam kajian teori sosial maupun politik. Harga buku di kiosnya sekitar puluhan ribu rupiah. “Paling mahal sekitar Rp 150.000,” tutur Sutarti sembari menunjuk buku latihan tes TOEFL.

Tak melulu seputar bangku sekolah, sebenarnya ada segmen lebih luas yang bisa digarap. Para remaja atau ibu rumah tangga tentu menyukai novel ringan, komik,atau setidaknya resep masakan. Kesempatan itulah yang ditangkap Fauzan Haryosoedigdo.

Setelah mengakhiri profesi wartawan, sejak Maret 2005 lalu, dia membuka toko buku di Jalan Haji Asnawi, Depok. Fauzan mengisi 9 x 4 meter ruangan ruko sewaannya dengan tujuh rak buku untuk memajang koleksinya. Total investasi Rp 20 juta, selain biaya sewa tahunan Rp 12,5 juta. Hanya, Fauzan mengaku, saat ini omzetnya belum sebesar omzet Sutarti.

Tak hanya kelas kios, bisnis toko buku diskon terbukti bisa berkembang menjadi toko buku besar yang menggurita. Contohnya toko buku Toga Mas. Didirikan 15 Desember 1990 oleh Johan Budhie Sava di Kota Malang, kini Toga Mas sudah berbiak menjadi sembilan gerai. Gerai-gerai itu tersebar di Malang, Yogyakarta,Semarang, Jember, Surabaya (dua toko), Bandung, Denpasar, dan Jakarta.

Tak semua gerai Toga Mas itu milik Johan. Sadar bermodal terbatas, Johan mengajak mitra untuk mendirikan toko di Denpasar, Jakarta, Bandung, serta beberapa tempat lain. Syaratnya: si mitra menyediakan bangunan siap pakai minimal seluas 100 m2. “Bangunan milik sendiri. Kalau sewa nanti hanya mikir cepat balik modal,” Johan mewanti-wanti. Walhasil, si investor harus siap-siap merogoh minima Rp 100 juta untuk sebuah toko seluas 800 m2. Gerai seluas itu membutuhkan 40 orang tenaga kerja. Asal tahu saja, gerai Toga Mas Yogyakarta mencapai 1.500 m2.

Sebagai jaringan toko buku diskon terbesar di Indonesia, kini setiap gerai Toga Mas disambangi ribuan pengunjung-dengan mendulang omzet jutaan rupiah per hari.

Lebih baik beli putus

Tertarik ingin menjajal bisnis sumber ilmu pengetahuan ini? Hal terpenting dalam memulai bisnis ini tentu saja pasokan buku yang harganya memang murah. Dengan begitu, kita bisa menjual buku dengan harga diskon.

Umumnya, toko buku diskon memperoleh pasokan buku dari para agen. Pola kerja sama dengan agen bisa berupa konsinyasi atau titipan. Dalam pola ini, si agen menitipkan buku ke gerai-gerai. Dalam jangka waktu tertentu-biasanya bulanan – si agen secara rutin memasok stok baru sambil menarik kembali sisa stok lama yang tak laku.

Keuntungannya, si pengusaha tak perlu membeli stok terlebih dahulu. Selain itu, stok tak perlu menggunung karena pihak agen rutin mengambil sisa. Namun, “Diskon yang diberikan pihak agen lebih sedikit,” tutur Sutarti. Hal ini diamini oleh Johan. Lagi pula, “Bagi pemain baru, agen penerbit masih pikir-pikir menitipkan bukunya,”sambung Johan.

Pola lain, beli putus dari agen. Dengan pola ini, pemilik toko dapat memainkan diskon yang lebih besar. Kalau memakai pola konsinyasi, agen hanya memberikan diskon rata-rata 30%. Nah, dengan beli putus, “Kami memberi potongan 35% per buku,”tutur Setiawan Budi Wibowo, agen penerbit Raja Grafindo Persada, salah satu penerbit besar di Yogyakarta. Selain diskon yang lebih besar, jika pedagang buku sudah punya hubungan baik dengan pemasok, dia tak harus membayar tunai alias bisa kredit.

Dengan diskon lebih besar dalam sistem beli putus ini, pedagang tentu bisa menjual buku dengan diskon lebih besar. “Saya bisa jualan dengan diskon 30%,” terang Sutarti. Adapun Toga Mas mematok diskon 15%-30% dari harga jual.

Namun, dalam sistem beli putus ada risiko. Yakni, jika buku tak laku, stok akan menggunung. Karena itu, umumnya pemilik toko hanya membeli buku-buku yang laris-manis di pasaran. Misalnya, buku pelajaran sekolah, kuliah, kamus, atau buku best seller.

Buku seken boleh juga

Namanya saja toko buku diskon, tentu salah satu daya tariknya terletak pada harganya yang miring. Jika ingin menservis pelanggan dengan harga supermurah, tak ada salahnya menjual buku seken. Seken bukan berarti sudah kuno, kumal, dan lecek, lo. Melainkan, sudah pernah dibaca atau setidaknya dipakai oleh pemiliknya.”Kalau jualan buku seken, saya bisa memberi diskon hingga 50%,” ungkap Fauzan.

Cuma, berbeda dengan toko buku baru yang disambangi agen, Anda kudu sedikit repot kulakan ke pasar loak. Sebulan, Anda bisa berbelanja empat kali. “Minimal saya bisa belanja Rp 6 juta sebulan,” ujar Fauzan. Buku seken yang tetap banyak peminatnya antara lain komik, novel, kumpulan resep memasak, dan hiburan.

Fauzan tetap optimistis jualan buku seken tetap berprospek. “Jika harga buku saat ini makin melonjak, buku seken bisa jadi pilihan karena murah,” ujarnya mantap.

Ada satu hal penting lagi yang harus Anda miliki jika hendak melakoni bisnis ini.”Anda harus cinta buku,” ujar Sutarti. Begitu pula pesan dari Johan dan Fauzan.Dengan begitu, Anda bisa membaca tren dan kebutuhan pasar. Yang tak kalah penting, pedagang buku jangan mengejar keuntungan besar melulu. Pertahankan harga murah, yang menjadi kekuatan utama bisnis ini.

Minggu, 10 Januari 2010

...somewhere21nov

Di malam yang tak dapat ku sentuh apapun
di saat harusnya ku terbangun
bayang yang kian dalam seakan tak sanggup ku bendung

....................................................................................
................................?

Atau adakah cara lain?

But my heart so ...



U can read it if u find the way...
.

Rabu, 23 Desember 2009

Senandung Embun Pagi Untuk Ibu

Keringat yang telah terkuras habis
menetes disetiap persendian tubuhku
Menggeliat menumbuhkan kuku kuku tajam
Namun apa yang engkau cari?

Tak hilang asamu, tak lekang semangatmu
hingga masih terasa hangat membelai kalbu,
menyejukkan kalbu yang mulai kaku

Dalam setiap aliran air mata
sesejuk embun yang mengurai di ilalang pagi
Namun apa yang engkau cari?

Menahan setiap batu yang menghempas tubuh
Terkulai diantara tangkai tangkai bunga merah di taman Mawar
Seakan berhenti denyut jantung untuk memandang
pada setiap lekuk dan liku yang engkau goreskan

Kurasa ada sebuah penyesalan
Namun tak tersirat dalam pandangan
hanya tetes keringat dan air mata yang membuktikan

Lalu apa yang engkau cari?
Tak ada
Lalu apa yang aku beri?
Tak kan mampu ada

Senin, 07 Desember 2009

Menantang Tuhan
(Merenungi Bencana)


Ketika sebagian bocah manusia, terlena makan rerumputan di padang dosa
Menetes setetes air, penyejuk jiwa, pelipur lara , pembawa nestapa
Kian terbuai dalam ayunan nyata tentang hebatnya dunia, itu bocah manusia
Seakan hilang segala bala
Tak peduli dengan yang esa
Ketika dimulai babak kedua
Panggung sandiwara kembali dibuka
Untuk para pengembara yang haus dunia
Diatas kerikil padang dosa
Menanti tetes air kedua
Penyejuk jiwa
Pelipur lara
Pembawa nestapa

Kamis, 23 Juli 2009

Vlad Drakul



Adalah raja rumania abad 15 yang merupakan cikal bakal drakula

Fakta Drakula


Drakula adalah tokoh fiksi ciptaan Bram Stoker dalam novelnya Drakula yang diterbitkan pada tahun 1897. Drakula adalah seorang vampir yang diceritakan berasal dari kota Transylvania yang berada di Rumania. Kelemahan Drakula ialah sinar matahari, benda terbuat dari perak, dan bawang putih. Tokoh ini kemungkinan terinspirasi Raja Vlad III yang memerintah Walakia pada abad ke-15 dengan tangan besi.


Sejarah Drakula( Vlad III )

Selama perang salib, wallachia menjadi rebutan antara kerajaan Hungaraia dan Turki Ottoman, pada masa Vlad II berkuasa di wallachia,Vlad II mempunya tiga orang anak, Mircea, Drakula, dan Randu, Vlad II memihak kerajaan Hungaria.Namun setelah dilengserkan oleh Sigismund ( Raja dari kerajaan Hungaria ) dan kemudian digantikan oleh John Hunyandi, Vlad II memihak kepada kesultanan Turki Ottoman, sebagai jaminan kesetiaannya kepada kesultanan Turki ottoman, Vlad II mengirimkan Drakula dan Randu ke Turki.

Riwayat Drakula

Vlad Tsepes III ( 1431 - 1475 M ) atau yang lebih populer dengan nama Drakula dilahirkan di Transylvania, Rumania. Ia merupakan anak Ke 2 dari Vlad II dan Cneajna, seorang putri dari Moldavia

Masa kecil Drakula memang tidak berlangsung lama, diusianya yang ke 11 ia harus menjadi jaminan kesetian ayahnya kepada kesultanan Turki ottoman, ia dan adiknya Randu harus dikirim ke Turki.

Awal Kekuasaan Drakula

Setelah perang Verna, terjadi konflik antara Vlad II dan John Hunyadi, yang berujung pada kematian Vlad II dan Mircea, kakak Drakula. Melihat perubahan politik di Wallachia tersebut, maka sultan Turki ottoman Mehmed II mengirimkan Drakula pulang ke wallachia untuk merebut tahta.

Drakula kembali ke Wallacia dengan di kawal 8000 prajurit Turki ottoman. sesampainya di Tirgoviste ( ibu kota wallachia ) terjadi pertempuran antara pasukan Vlasdisav dengan pasukan Drakula, yang akhirnya di menangkan oleh pasukan Drakula dan menempatkan Drakula sebagai penguasa Wallachia.

Awal Kekejaman Drakula

Setelah berhasil menduduki tahta, Drakula membantai prajurit Turki ottoman yang tersisa dengan cara di sula, hal tersebut menjadi salah satu penyebab permusuhan antara Drakula dan Sultan Mehmed II.

Sebagai panglima salib di Wallachia, Drakula telah membantai kurang lebih 23.000 umat islam baik tentara maupun rakyat, dengan peperangan maupun dengan metode sula ( impaler ), dalam ukiran kayu jerman abad 15, ada bukti kekejaman Vlad 3, penyulaan massal dengan korban ribuan,

setelah tindakan tersebut Drakula mengirimkan surat kepada raja Hungaria saat itu ( Matthias Corvinus ) untuk meminta dukungan dari kerajaan Hungaria untuk melawan Turki Ottoman.

Serangan Tengah Malam

Tindakan Drakula yang membantai 23.000 tentara Turki Ottoman, membuat sultan Mehmed II menyatakan perang kepada Drakula. Pada tanggal 17 Mei 1462 M Sultan Mehmed II ( sang penakluk konstatinopel ) mengirimkan 60.000 tentara ditambah 30.000 tentara non reguler. Sedangkan tentara Dracula mencapai 30.000 prajurit, melihat jumlah pasukan yang tidak berimbang, Drakula melakukan strategi perang gerilya

Pada serangan tengah malam pasukan Drakula yang berkekuatan 10.000 orang berhasil mendesak pasukan Turki ottoman, tetapi dapat dipukul mundur pada saat fajar tiba, atas kekalahan tersebut pasukan Drakula mundur ke benteng Poenari, Drakula melarikan diri dari kepungan pasukan Turki ottoman yang di pimpin oleh Randu ( adik kandung Drakula )ke Hungaria, dengan melarikandirinya Drakula, Randu dengan mudah merebut benteng Poenari dan merebut tahta Wallachia.

Kematian Drakula

Pada Desember 1476 Terjadi pertempuran antara pasukan salib dengan dengan pasukan muslim ( Turki ottoman )dimana pertempuran tersebut terjadi di daerah Snagov, dalam pertempuran tersebut pasukan Drakula dapat dikalahkan, dan Drakula ( Vlad III ) tewas dalam pertempuran tersebut, kepalanya di penggal dan di bawa ke Turki sebagai bukti kematiannya

Minggu, 19 Juli 2009

Mencari Angin Laut


Duduk bermenung di ujung dermaga,
menanti perahu reot penjejak langkah.
Diseberang sana tak terjangkau mata kepala,
menanti sorang yang merana, entah siapa...
Menanti rupa-rupa warna yang kan segera datang menatap badan

Duduk bermenung di tepian dermaga,
entah apa yang kulakukan?
Menanti setiap desiran angin, yang kan membawa ke ujung samudera.

Terlelap di ujung dermaga,
menghembuskan tiap nafas di jiwa.
Lalu?
Entah apa yang dimerana, di atas kayu lapuk pematang jiwa.

Jumat, 17 Juli 2009

Lantun Sendu Bulu Rimba


Arrgghhhh........
jangannnn....sakitt...

Terdengar lantunan nyeri, menggema malam sunyi.
saudara lihat potret disamping ?
Tak perlu saudara bertanya itu gambar apa...!
itu semua ulah kita semua...
Lalu...?
Ya... kalau sekarang kita menyadarinya lebih baik...belum dapat dikata terlambat.
Masih ada kesempatan
Kesempatan...

Kamis, 02 Juli 2009

Jalan Berliku

Menyusuri setiap tapakan tanah di hutan itu dengan badan penuh peluh, tak sempat ku usap, aku hanya ingin menyelesaikan perjalanan ini,
Jalan yang penuh liku di tepian sungai nan jernih, dilingkupi pepohonan rindang.
Banyak yang ku injak, tak sengaja terinjak semut...ohh...maaf...
"Jalanku juga berliku" ucapnya. "kenapa kau lemas begitu ?".
"Ah...bukan aku hanya keletihan saja...", "cobalah nanti kau lihat..."
"Ya sudah..."
Pejalanan berliku begitu letih, namun aku bangga pada temanku semut...