Laman

Minggu, 17 Juli 2011

Alasan Hisap Rokok Pertama


Gambar di samping bukan buat nyaranin merokok, but sebaliknya.

Kamu pernah merokok? Atau sekarang kamu sudah jadi perokok? Apa sih untungnya?

Pertanyaan yang ketiga diatas barangkali jawabannya akan banyak sekali, tergantung pada apa yang terlintas di benak saat pertanyaan itu muncul, mungkin jawabannya dalam rangka membela diri karena tidak mau dianggap bahwa merokok itu sebuah kesalahan. Atau barangkali cuma bercanda doank jawabannya.

Pertanyaan yang bagus kayaknya seperti ini; ‘Kapan sih kamu mulai merokok?’, ‘Kok mau merokok pada saat pertama kali kamu menghisap rokok?’ Kali ini izinkan saya menerka jawaban yang bakalan muncul. Pertama, mungkin karena ikut-ikutan apakah itu teman, tetangga, liat orang merokok kepengen juga merokok, atau lebih gawat lagi liat bapaknya merokok juga kepengen ikut merokok.

Kedua, barangkali karena terpaksa. Pas lagi nongkrong sama teman-teman, tiba-tiba disodorin rokok. Niat awalnya sih ga merokok, tapi mungkin karena dibilangin temannya; ‘ah, culun lu’ atau ‘banci lu’. Akhirnya gara-gara ga pengen dibilang culun atau banci ditukar deh sedikit demi sedikit kejantanannya sama sebatang rokok (di kemasan rokok kan disebutin kalo merokok bisa menyebabkan impotensi).

Atau barangkali karena pengen terlihat keren, macho, pengen terlihat ‘bagak’, akhirnya relain deh mulut berasap. Dan mungkin banyak lagi alasan kenapa mau menghisap rokok pas waktu pertama kali ngisap rokok. Yang jelas apapun alasannya kalau sekarang udah jadi perokok, yang perlu disiapin adalah alasan buat kamu berhenti merokok.

Kalau dari segi kesehatan kayaknya udah pada tau semua ya, tapi mungkin bukti kebenaran dari tulisan yang ada di kemasan rokok itu yang sedikit diragukan, maksudnya tunggu dulu buktinya baru berhenti merokok, tunggu sampe bengek datang baru berenti. Tapi jangan sampai deh kayak gitu, berabe urusannya, mulai dari sekarang aja berenti merokoknya.

Dari segi ekonomi, dari pada uang abis buat beli rokok mending ditabung, lama-lama jadi gunung, lalu buka usaha jadi pengusaha insyaAllah jadi orang kaya, amin. Dari pada setiap helai atau gemerincing koin itu dijadikan abu. Pilih mana?

Dari segi waktu, lingkungan, dan masih banyak lainnya. So, tunggu apa lagi. Susah sih emang buat yang sudah kecanduan banget. Bahkan ada pengalaman tersendiri ketika saya bertanya sama orang yang sudah perokok berat, jawabnya; ‘kebutuhan akan merokok ini sudah seperti kebutuhan saya sama air’(orang itu jawabnya dalam bahasa minang). Lalu dia bilang ‘makanya saya sarankan kamu kalau sudah besar ga usah merokok aja, sengsara’.

Tapi apapun itu, kalau ada tekad yang kuat dan serius pengen berhenti merokok, ada jalan kok. Kuncinya gampang, mau menyadari, mau berhenti dan bersungguh-sungguh, sipp.

Dan pesan buat yang belum merokok, tapi ada niat pengen jadi perokok. Sarannya, pikir-pikir lagi deh sampe di pikirannya ga ada lagi niat jadi perokok. (yk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar