Udah lama nih ga nulis lagi di blog ini, udah pada bekarat, bedebu atau mungkin dah berhantu,, hahaha.. jangan deh ya. Akhir-akhir ini hilang semangat buat nulis, ga ada tema kali, atau mungkin ga ada penyemangat.
Mudah-mudahan kedepannya lebih sering nulis di blog ini, berbagi informasi dengan teman-teman semua. tentang apa saja, apa yang ada dipikiran saya daln lain sebagainya. okeh...
Minggu, 27 November 2016
Senin, 01 Agustus 2016
Sibaliho
![]() |
| cuma ilustrasi. sumber: cari di google |
Sambil duduk-duduk di
sebuah kedai di sebuah persimpangan menunggu hujan reda, pandangan tertuju pada
seorang yang tersenyum di pinggir jalan. Selalu tersenyum, entah apa yang
membuat dia tersenyum saya juga tidak tahu. Saya perhatikan terus, sepertinya
dia tersenyum pada saya. Pandangan kami saling bertemu. Saya beralih duduk agak
ke kiri, pandangannya masih tertuju pada saya, agak ke kanan, masih juga.
Senyumnya tak pernah lepas.
“Coba kalau orangnya
yang langsung nemplok disitu ya.”
“Hahahahaha,” tergelak
lepas teman di sebelah saya. “Mana mungkin, paling ga sampai sejam sudah
semaput.” “Hehehe” saya hanya ikut tertawa memikirkan apa yang baru saja
terpikirkan ketika melihat baliho itu.
Baliho ini sungguh tak
kenal lelah, siang dan malam berdiri terus ditempatnya. Kalau matahari sedang
semangat, terpaksa berpanas-panasan, tapi tak pernah mengeluh. Tak perlu pula
mencari tempat berteduh, karna memang tak bisa berjalan, kakinya cuma dari
kayu. Kalau langit sedang bocor, terpaksa mandi hujan seperti anak-anak.
Bedanya dia diam saja, kalau anak-anak kan kegirangan kalau mandi hujan.
Selasa, 19 Juli 2016
Senin, 18 Juli 2016
Mengunjungi Kota Padang
Rabu 13 juli saya berangkat ke padang soloriding. Berhubung masih ada libur sampai tanggal 17 ya dimanfaatin aja.. Berangkat dari rumah di Gunung medan jam 8 pagi sampai di padang sekitar jam 2 lewat. Lebih 6 jam perjalanan. Semasa masih kuliah dipadang rata-rata waktu tempuh naik motor cuma lima jam, bahkan ada empat jam. Barangkali faktor umur ya, bawa motornya lebih pelan dan bnyak perhitungan. Tapi bagus itu, keselamatan lebih penting dari kecepatan.
Jumat, 01 Juli 2016
No tittle

Sudah lama tak lagi munulis di blog ini.. bukan tidak sempat, hanya gairah yang pudar dan hampir menghilang. Tenggelam oleh hal-hal yang masuk akal untuk ukuran saat ini. Seakan seperti susah untuk kembali menyeruak ke permukaan jika tak ditarik dengan paksa. beruntung rasanya saya masih punya beberpa kenangan yang mampu untuk menggerakkan jemari untuk kembali mengetik di blog ini. Kenangan yang kadang mebuat tertawa sendiri dan terbawa perasaan istilah orang sekarang baper.
Minggu, 15 Mei 2016
Shock Therapy
Panik
Jantung bagai berpacu mendahului waktu
30 menit yang lalu
Getaran di tanah membuat getaran di jantung makin memburu
Patenggangan 5E, Padang
03 Desember 2010
Minggu, 08 Mei 2016
Podium Perdana Suzuki Setelah 8 Tahun
Meskipun sedikit berbau keberuntungan, podium tiga milik Vinales untuk Suzuki Ecstar di Gp Le Mans 2016 Prancis 8 Mei kemarin cukup melepas dahaga para pecinta Suzuki. Podium terakhir Suzuki pada 2008 lalu atas nama Loris Capirossi "Capirex" di Rep. Ceko, Saat itu masih bersama Rizla Suzuki. Kemudian setelah itu tak ada lagi. Absen tahun 2012 sampai 2014 di motoGp membuat suzuki harus memulai lagi dari nol saat tahun comeback mereka ke motoGp di 2015.Sabtu, 02 April 2016
Apa benar seperti ini paham para sopir truk???
![]() |
| ilustrasi http://wartakota.tribunnews.com/2014/01/11/dinas-pu-dki- tuding-truk-penyebab-jalan |
"Iya kang....betul. Kami sopir truk seperti ada ilmu tak tertulis jika terjadi laka lantas maka diharapkan mending korban meninggal dari pada hidup apalagi sampai cacat"
Kalimat di atas ygm kutip dari blognya mas iwan banaran. Kalimat tersebut keluar langsung dari mulut mantan sopir truk, yang menurutnya sudah seperti doktrin. Ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan truk yang dikemudikannya dengan kendaraan lain (dalam kasus ini mungkin lebih sering dengan biker motor). Para sopir lebih mengharapkan yang bawa motor meninggal dunia dari pada hidup apalagi cacat.
Alasannya jelas dari tuntutan manajemen tempat si sopir bernaung, supaya tidak banyak keluar uang. Jikalau korbannya meninggal kompensasi cuma sekali bayar, tapi jika masih hidup apalagi diikuti cacat maka pembayaran akan terus menerus. Itu menurut mereka. ygm sendiri sebenarnya juga tidak paham2 amat masalah beginian. Tapi yang membuat ygm terhenyak ya pahamnya itu " Lebih baik meninggal dari pada hidup". Ngeri coy. Apa lagi buat ygm sendiri yang memang sering jalan naik motor. hampir tiap hari berhadapan dengan truk-truk besar di jalanan.
Alasannya jelas dari tuntutan manajemen tempat si sopir bernaung, supaya tidak banyak keluar uang. Jikalau korbannya meninggal kompensasi cuma sekali bayar, tapi jika masih hidup apalagi diikuti cacat maka pembayaran akan terus menerus. Itu menurut mereka. ygm sendiri sebenarnya juga tidak paham2 amat masalah beginian. Tapi yang membuat ygm terhenyak ya pahamnya itu " Lebih baik meninggal dari pada hidup". Ngeri coy. Apa lagi buat ygm sendiri yang memang sering jalan naik motor. hampir tiap hari berhadapan dengan truk-truk besar di jalanan.
Mudah-mudahan apa yang ygm baca diblog iwan banaran (ini link postnya). tidak semua sopir truk punya paham seperti itu. Sopir truk tentu juga manusia, punya hati dan perasaan juga. Tak mungkinlah mereka menginginkan terjadinya hal-hal buruk semacam kecelakaan itu yang sampai merenggut nyawa orang lain. Mereka cari nafkah kita juga cari nafkah. Sing penting tetap bijaksana di jalan n tetap safety riding.
Rabu, 30 Maret 2016
Fix 20 tahun #46 @motogp
![]() |
| foto dari tmcblog.com |
Bagi yang hobi nonton balap motor pasti tahu dengan Valentino Rossi, bahkan bagi yang tak suka sekalipun paling tidak pernah mendengar nama itu, melihatnya di tivi, koran dan iklan2 yang berbau otomotif terlebih roda dua.
Bagi saya sendiri memang sempat menyenangi aksi Vale di arena balap, entah kenapa. Mungkin karena lebih terbawa arus, karena memang sebelum mengenal balap motor (MotoGp/dulu disebut GP500) lebih dulu mengenal Valentino Rossi. Makanya ketika pertama kali nonton Motogp, pembalap satu-satunya yang sudah sy tahu ya si Vale.
Hari ini tanggal 31 maret 2016, kenapa saya tetiba tertarik menulis tentang Vale karena tepat tanggal ini 20 tahun yang lalu adalah awal dari kisah si Vale berkecimpung di ajang balap motor paling wahid sedunia. Tepatnya di sirkuit Lama Syah Alam Malaysia.
Rabu, 09 Maret 2016
Gerhana MT 9 Maret 2016
Pagi-pagi sekali saya sudah bangun. Karena hari ini hari yang berbeda, hari yang langka. Hari terjadinya gerhana matahari total yang akan terjadi lagi selang 33 tahun berikutya. sebuah momen yang sayang untuk dilewatkan.
Namun sayang sekali langit ditempeli awan-awan tebal. matahari yang ditunggu-tunggu tak tampak. akhirnya hanya bisa menyaksikan lewat siaran tivi. meskipun terlihat jelas di tivi tapi sensasinya tentu berbeda ketika menyaksikan secara langsung.
Namun sayang sekali langit ditempeli awan-awan tebal. matahari yang ditunggu-tunggu tak tampak. akhirnya hanya bisa menyaksikan lewat siaran tivi. meskipun terlihat jelas di tivi tapi sensasinya tentu berbeda ketika menyaksikan secara langsung.
Rabu, 02 Maret 2016
Gempa dan Kota Padang (1)
![]() |
| Gambar dari beritasatu.com |
Saya duduk-duduk nonton tv saat gempa terjadi. awalnya saya merasakan adanya goyangan-goyangan kecil di kursi tempat saya duduk. persangkaan pertama saya itu cuma gejala denyutan nadi saya di bagian bok*ng. tak lama kemudian ada agi gejala yang sama dan saya masih belum sadar kalau itu gempa, masalahnya hanya terasa seperti denyutan denyutan kecil saja di bagian bok*ng. Tak lama kemudian kakak saya bertanya. "ada gempa ya?". ternyata dia merasakan hal yang sama dan akhir nya saya baru ngeh kalau itu memang gempa. belum percaya juga saya pastikan dengan melihat kabel yang tergantung di langit-langit, ternyata kabel itu bergoyang sedikit sisa dari gempa tadi.
Sabtu, 06 Februari 2016
Postingan pertama di tahun 2016
Sudah lama tak mengisi ruang blog ini. Bukan karena sibuk atau banyak pekerjaan. Saya seperti kehilangan gairah untuk terus menulis. Terlebih jika lingkungan tak selaras. Semoga di tahun 2016 ini saya kembali rajin menulis.
Minggu, 18 Oktober 2015
Belajar dari balapan motoGP Australia
| Andrea Ianonne. AFP/Saeed Khan // detiksport |
Siang tadi saya baru saja nonton salah satu balapan motoGP yang paling seru, paling atraktif, paling menegangkan selama satu dekade ini. Balapan yang dilangsungkan di pulau Philips Island, Australia ini akhirnya dimenangkan Marq Marquez. Begitulah kira-kira gambaran tentang balapan tersebut di salah satu portal online. Saya tidak tahu apakah itu memang betul apa tidak karena saya belum cukup satu dekade menonton motoGP, tapi semenjak saya pertama kali nonton motoGP sampai sekarang, memang inilah balapan paling menegangkan, atraktif, seru dan lain apanyalah.
Kamis, 15 Oktober 2015
komen berita menarik
Sore tadi kebetulan lagi nonton teve yang acaranya berita sore, kebetulan ya. Ada berita menarik yang membuat saya tak jadi menekan tombol remote control untuk pindah chanel. Berita tentang seorang guru eSDe di Situbondo yang menghukum muridnya dengan cara disuruh telanjang (kabarnya cuma disuruh buka pakaian bagian bawah doink) di depan teman-teman sekelasnya. Gokil bro. Gokil dalam arti sebenarnya alias gila, edan. Bayangin murid disuruh memperLIHATkan bagian auratnya pada teman-teman sekelas. Yang dihukum delapan orang kabarnya, dua diantaranya adalah perempuan.
Yang bikin ga habis pikir apa ga ada cara lain yang lebih mendidik, ini sekolahan apa bukan? Coba kita bayangin jika gurunya yang ga bikin RPP misalnya disuruh buka roknya (berhubung yang beri hukuman guru perempuan) di depan sesama guru, apa ga malu? Akibat hukuman itu sebagian murid trauma dan malas datang ke sekolah karena malu.
Saya memang bukan ahli pendidikan, tapi apa yang dilakukan guru ini semua orang bisa menilai kalau itu adalah cara yang tidak tepat. Masih banyak cara-cara lain yang lebih mendidik. Oh, gurunya beralasan biar ada efek jeranya. Serius memang, bikin jera, jera sampai ke ubun-ubun. Niat gurunya baik mungkin, hanya jalannya saja yang tidak tepat.
Si Mata Empat
Pernah dengar tentunya istilah empat mata atau mata empat, istilah buat orang-orang yang pakai kacamata. Saya termasuk adalah orang yang pernah dijuliki bermata empat karena memang keseharian selama beberapa tahun belakangan ini saya selalu pakai kacamata kemana-mana. Bukan karena pengen gaya-gayaan seperti yang lagi tren sekarang, tapi memang karena mata ini tak sanggup lagi meraba jarak yang jauh.
Rabu, 14 Oktober 2015
Kabut Fog
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Gelap
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Tak ada matahari
Tatkala malam tiba. Jangkrik mulai ada
Tatkala malam tiba. Udara berubah sejuk
Bila malam tiba. Aku berangsur mengantuk
Bila malam tiba. Kasur terasa lebih empuk
Kemarin malam hujan turun
Rintik-rintiknya begitu deras menampar seng
Aku terjaga
Oh, ternyata aku kebelet pipis
Malam ini hujan tak turun
Aku masih terjaga
Berangsur-angsur malam menutup tirainya
Fajar pun menjelang,
menyingsing di ufuk timur
Tapi ada satu hal yang pasti
Kabut belum pergi
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Tak ada matahari
Tatkala malam tiba. Jangkrik mulai ada
Tatkala malam tiba. Udara berubah sejuk
Bila malam tiba. Aku berangsur mengantuk
Bila malam tiba. Kasur terasa lebih empuk
Kemarin malam hujan turun
Rintik-rintiknya begitu deras menampar seng
Aku terjaga
Oh, ternyata aku kebelet pipis
Malam ini hujan tak turun
Aku masih terjaga
Berangsur-angsur malam menutup tirainya
Fajar pun menjelang,
menyingsing di ufuk timur
Tapi ada satu hal yang pasti
Kabut belum pergi
Seonggok Jagung ( W.S. Rendra) kritik pada pendidikan, silahkan inap2kan
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Yang kurang sekolahan
Memandang jagung itu
Sang pemuda melihat lading
Ia melihat petani
Ia melihat panen
Dan suatu hari subuh
Para wanita dengan gendongan
Pergi ke pasar………………..
Dan seorang pemuda
Yang kurang sekolahan
Memandang jagung itu
Sang pemuda melihat lading
Ia melihat petani
Ia melihat panen
Dan suatu hari subuh
Para wanita dengan gendongan
Pergi ke pasar………………..
Dan ia juga melihat
Suatu pagi hari
Di dekat sumur
Gadis-gadis bercanda
Sambil menumbuk jagung
Menjadi maisena
Sedang di dalam dapur
Tungku-tungku menyala
Di dalam udara murni
Tercium bau kue jagung
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Ia siap menggarap jagung
Ia melihat menggarap jagung
Ia melihat kemungkinan
Otak dan tangan
Siap bekerja
Suatu pagi hari
Di dekat sumur
Gadis-gadis bercanda
Sambil menumbuk jagung
Menjadi maisena
Sedang di dalam dapur
Tungku-tungku menyala
Di dalam udara murni
Tercium bau kue jagung
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Ia siap menggarap jagung
Ia melihat menggarap jagung
Ia melihat kemungkinan
Otak dan tangan
Siap bekerja
Tetapi ini :
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda tamat S.L.A
Tak ada uang, tak bisa jadi mahasiswa
Hanya ada seonggok jagung dikamarnya
Ia memandang jagung itu
Dan ia melihat dirinya terlunta-lunta
Ia melihat dirinya ditendang dari discotheque
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase
Ia melihat sainganya naik sepeda motor
Ia melihat nomer-nomer lotere
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda tamat S.L.A
Tak ada uang, tak bisa jadi mahasiswa
Hanya ada seonggok jagung dikamarnya
Ia memandang jagung itu
Dan ia melihat dirinya terlunta-lunta
Ia melihat dirinya ditendang dari discotheque
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase
Ia melihat sainganya naik sepeda motor
Ia melihat nomer-nomer lotere
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal
Seonggok jagung ia di kamar
Tidak menyangkut pada akal
Tidak akan menolongnya
Seonggok jagung dikamar
Tak akan menolong seorang pemuda
Yang pandangan hidupnya berasal dari buku
Dan tidak dari kehidupan
Yang tidak terlatih dalam metode
Dan hanya penuh hafalan kesimpulan
Yang hanya terlatih sebagai pemakai
Tatapi kurang latihan bebas berkarya
Pendidikan telah memisahkanya dari kehidupanya
Tidak menyangkut pada akal
Tidak akan menolongnya
Seonggok jagung dikamar
Tak akan menolong seorang pemuda
Yang pandangan hidupnya berasal dari buku
Dan tidak dari kehidupan
Yang tidak terlatih dalam metode
Dan hanya penuh hafalan kesimpulan
Yang hanya terlatih sebagai pemakai
Tatapi kurang latihan bebas berkarya
Pendidikan telah memisahkanya dari kehidupanya
Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
Di tengah kenyataan persoalanya?
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya mendorong seseorang
Menjadi layang-layang di ibukota
Kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
Belajar filsafat,teknologi,ilmu kedokteran,atau apa saja.
Ketika ia pulang ke daerahnya,lalu berkata :
“disini aku merasa asing dan sepi”
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
Di tengah kenyataan persoalanya?
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya mendorong seseorang
Menjadi layang-layang di ibukota
Kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
Belajar filsafat,teknologi,ilmu kedokteran,atau apa saja.
Ketika ia pulang ke daerahnya,lalu berkata :
“disini aku merasa asing dan sepi”
Kenapa ada orang sukses tanpa pendidikan formal?
Tak asing lagi rasanya ketika mendengar atau membaca nama Marc Zuckerberg, orang yang mewujudkan sebuah dunia baru bernama Facebook. Satu hal yang menarik dari Marc adalah kenyataan bahwa dia DO dari kampusnya dan kemudian berhasil menjadi salah satu orang sukses di dunia ini. Dulu saya pernah ikut kuliah umum dengan seorang pengusaha sukses dari Sumbar, Basrizal Koto. Tidak tamat SD tapi sekarang dia menjadi seorang pengusaha sukses.
Minggu, 02 Agustus 2015
Selasa, 19 Mei 2015
BUKIT TAMBUN
Kini mendadak bukit Tambun mulai ramai dikunjungi warga Dharmasraya terutama oleh muda mudi. Tak ada yang menarik disitu selain pemandangan lepas dari ketinggian. Memandang hamparan wilayah kabupaten Dharmasraya dari bagian utaranya.
Satu lagi tujuan ke sana adalah untuk berfoto-foto ria, mengabadikan momen untuk dikenang atau dipamerkan pada teman-teman. Paling tidak sebagai penjawab tanya. Ketika kumpul-kumpul dengan teman-teman lalu terlintas topik tentang bukit Tambun. "Ee.. den la ado lo kasitu nyia miang..". he he kira-kira seperti itulah untuk mengekpresikan rasa bangganya atau mungkin lebih tepat rasa tak mau kalah, tak mau ketinggalan. Tren, ya.. istilah tepatnya tren. "Urang bacincin wak la bacincin pulo," Ha..seperti itulah kira-kira perumpamaannya.
Untuk transportasi ke bukit ini memang belum memadai, untuk sampai ke puncaknya bisa jalan kaki. Itu kalau sanggup dan mau. Kebanyakan orang naik kendaraan pribadi ke atas puncak bukit Tambun. Apa itu dengan motor atau mobil.
Jalannya berupa tanah liat, tanah merah seperti bahan untuk membuat batu bata. Tapi sudah ditaburi dengan batu-batu sungai untuk mengurangi licinnya. Tapi kalau sedang turun hujan sepertinya akan sulit untuk naik ke puncak dengan kendaraan. Lebih baik dengan berjalan kaki ria sambil olah raga.
Lingkungannya sepi jauh dari perumahan, hehe ya jelas ya. Siapa juga yang mau bangun rumah di lereng bukit. Yang ada hanya ladang dan kebun-kebun warga. Barangkali milik warga sekitar bukit itu.
Yah, itung-itung tempat untuk berakhir pekan atau melepas penat lumayan juga lah. Mestinya ini perlu juga di perhatikan Pemkab DM lewat dinas pariwisatanya. Ibarat Batu lumuik Sungai Dareh yang terkenal itu, kalau tak diasah tak akan mengkilap dan indah.
Minggu, 01 Februari 2015
Basmi nyamuk dengan cara aman dan mudah.
Oke.. Semua pada kenal sama nyamuk kan? salah satu makhluk yang bisa mengusik ketenangan dan ketentraman. Orang melakukan berbagai cara untuk membasmi serangga yang satu ini, mulai dari cara yang aman sampai yang kurang aman. Nah, beberapa hari lalu saat berselancar saya nemu cara basmi nyamuk dengan cara yang tergolong aman. Saya tulis ulang buat bagi sama yang baca blog ini.
Langganan:
Postingan (Atom)





