Laman

Jumat, 29 Desember 2017

Poranan

Dalam kelam larutnya malam, tetesan di pelepah daun jatuh, buyar, menyeruak kamana-mana, mana ia suka. Pecah di daun di bawahnya, menyerap, membiru-sebiru langit malam. Malam hitam legam.
Menyeruak, mengais bagian lama, bagian lama yang seakan telah hapus, Sayang tetesan menyegarkan ia lagi. Segar-sesegarnya, seakan ingin kutenggak lagi. Tenggakkan yang melemahkan sekujur badan akan sesalan. Tetesan oh tetesan larut dalam gelapnya malam. (30/12/2017)

Selasa, 26 Desember 2017

Catatan Akhir Tahun 2017

Situs alumni UNP
Tahun 2017 sudah mulai menipis. Tipis setipis-tipisnya. Hanya menyisakan empat hari saja. Itu membuat saya berpikir, tidak terlalu keras, hanya biasa-biasa saja. Ternyata saya punya umur yang makin berkurang.
Penanggalan, apakah itu Masehi ataupun Hijriah ataupun penanggalan cina, menurut saya adalah sebuah cara manusia untuk menyadari bahwa waktu itu terus berjalan. menandakan semua orang bergerak dalam dimensi waktu yang tak bisa dihentikan. Hanya kita yang bisa berhenti.

Saya terbayang akan beberapa fase dalam kehidupan, hidup yang saya jalani tentunya. Tapi tahun ini mungkin saya akan mengingat-ingat memori ketika saat kuliah. Saya teringat dengan orang-orangnya, teman satu jurusan, satu fakultas, satu komunitas, para dosen, orang-orang yang saya kenal pertama kali saat PKKMB tahun 2008. dan semuanya-dan semuanya. yang membuat saya ingin kembali ke masa itu.

Tapi itu adalah hal yang tidak mungkin, mungkin istilahnya "Move Off" atau apalah. memori masa lalu adalah masa yang akan membuat kita kembali kepada masa itu. bagi saya itulah mesin waktu. saya lihat daftar teman, buku biru, buku merah ketika masa PKKMB, buku catatan dan kuliah-sayangnya sebagian besar sudah diambil tukang barang buruak. foto-foto dan sampai mengunjungi daftar alumni kampus yang ada diwebsite.

Saya mengecek beberapa nama teman di website alumni, dan juga memilih beberapa secara acak, belum ada yang melakukan registrasi. apakah mereka tidak pernah berkunjung kewebsite itu? karena baru saya saja yang melakukan registrasi. 

Saya berharap in the next year, saya punya fase hidup yang lebih bermanfaat tidak hanya bagi saya, keluarga sanak saudara tapi juga orang banyak atau bagi siapapun dan apapun yang bersinggungan dengan saya. Semoga. Satu lagi kenangan masa lalu adalah hal cerita terbaik untuk di masa depan

Minggu, 18 Juni 2017

Asal muasal nama Gunung Medan

Tulisan terakhir saya di blog ini November tahun lalu. Wow.. lumayan ya.
Oke.

Saya ingin bercerita tentang kampung saya, tempat saya lahir, besar menjadi orang yang cukup punya akal untuk tau mana yang baik dan buruk alias baliggghh..oke. Dan hidup selama beberapa tahun disini.

Gunung Medan, jangan pikir disini ada gunung atau berdekatan dengan kota medan. itu completely salah. Dulu ketika masih sedikit ingusan saya sempat bertanya ke orang tua kenapa kampung ini diberi nama "Gunung Medan". Dan bagi saya saat sekarang, cukup masuk akal penjelasannya.

Gunung Medan, oke saya tidak akan bilang orang-orang dulu tidak bisa membedakan mana yang "Gunung" dan mana yang "bukit". Disini tidak ada gunung yang ada bukit, Sampai disini pasti paham dari mana asal kata "Gunung". Dan bukit ini sudah bisa di daki sejak dulunya, sebelum jalan yang dari kerekel itu ada juga sudah ada yang naik ke puncaknya.

Nah, ketika sampailah di puncak, sudah pasti pemandangan terhampar luas. Kamu bisa lihat apa saja, kecuali mata kamu buta, its your problem. Kata medan itu dapat dimaknakan sesuatu yang luas, sesuatu yang terbentang melepas mata memandang. oke, sampai disini tentu paham apa maksudnya.

sama seperti daerah lain, pasti ada suatu latar alias alasan yang berkaitan deangan suatu daerah sehingga daerah tersebut dinamakan seperti itu. Sedangkan manusia saja ada alasan untuk diberi nama yang melekat pada mereka.

Mungkin banyak versi-versi lainnya kenapa kampung saya ini diberi nama gunung medan. Ini versi yang saya dapat dari orang tua saya.
Oya, selain kampung saya ternyata ada daerah lain yang bernama gunung medan.
ceritanya di tulisan berikutnya.

Minggu, 27 November 2016

Menyapa Lagi.. Woi..!

Udah lama nih ga nulis lagi di blog ini, udah pada bekarat, bedebu atau mungkin dah berhantu,, hahaha.. jangan deh ya. Akhir-akhir ini hilang semangat buat nulis, ga ada tema kali, atau mungkin ga ada penyemangat.

Mudah-mudahan kedepannya lebih sering nulis di blog ini, berbagi informasi dengan teman-teman semua. tentang apa saja, apa yang ada dipikiran saya daln lain sebagainya. okeh...

Senin, 01 Agustus 2016

Sibaliho

cuma ilustrasi. sumber: cari di google
Sambil duduk-duduk di sebuah kedai di sebuah persimpangan menunggu hujan reda, pandangan tertuju pada seorang yang tersenyum di pinggir jalan. Selalu tersenyum, entah apa yang membuat dia tersenyum saya juga tidak tahu. Saya perhatikan terus, sepertinya dia tersenyum pada saya. Pandangan kami saling bertemu. Saya beralih duduk agak ke kiri, pandangannya masih tertuju pada saya, agak ke kanan, masih juga. Senyumnya tak pernah lepas.

“Coba kalau orangnya yang langsung nemplok disitu ya.”

“Hahahahaha,” tergelak lepas teman di sebelah saya. “Mana mungkin, paling ga sampai sejam sudah semaput.” “Hehehe” saya hanya ikut tertawa memikirkan apa yang baru saja terpikirkan ketika melihat baliho itu.

Baliho ini sungguh tak kenal lelah, siang dan malam berdiri terus ditempatnya. Kalau matahari sedang semangat, terpaksa berpanas-panasan, tapi tak pernah mengeluh. Tak perlu pula mencari tempat berteduh, karna memang tak bisa berjalan, kakinya cuma dari kayu. Kalau langit sedang bocor, terpaksa mandi hujan seperti anak-anak. Bedanya dia diam saja, kalau anak-anak kan kegirangan kalau mandi hujan.

Selasa, 19 Juli 2016

Mengintip Padang Panjang

Mendadak. Daripada bengong ga ada agenda di padang mending jalan-jalan ke Padang panjang. Lalu lintas amai dibeberapa titik menuju arah padang panjang sedang ke arah padang tidak terlalu ramai. Berangkat jam 9 pagi tiba jam 11.

Senin, 18 Juli 2016

Mengunjungi Kota Padang

Rabu 13 juli saya berangkat ke padang soloriding. Berhubung masih ada libur sampai tanggal 17 ya dimanfaatin aja.. Berangkat dari rumah di Gunung medan jam 8 pagi sampai di padang sekitar jam 2 lewat. Lebih 6 jam perjalanan. Semasa masih kuliah dipadang rata-rata waktu tempuh naik motor cuma lima jam, bahkan ada empat jam. Barangkali faktor umur ya, bawa motornya lebih pelan dan bnyak perhitungan. Tapi bagus itu, keselamatan lebih penting dari kecepatan.

Jumat, 01 Juli 2016

No tittle


Sudah lama tak lagi munulis di blog ini.. bukan tidak sempat, hanya gairah yang pudar dan hampir menghilang. Tenggelam oleh hal-hal yang masuk akal untuk ukuran saat ini. Seakan seperti susah untuk kembali menyeruak ke permukaan jika tak ditarik dengan paksa. beruntung rasanya saya masih punya beberpa kenangan yang mampu untuk menggerakkan jemari untuk kembali mengetik di blog ini. Kenangan yang kadang mebuat tertawa sendiri dan terbawa perasaan istilah orang sekarang baper.

Minggu, 15 Mei 2016

Shock Therapy

Panik

Jantung bagai berpacu mendahului waktu

30 menit yang lalu

Getaran di tanah membuat getaran di jantung makin memburu


Patenggangan 5E, Padang
03 Desember 2010

Minggu, 08 Mei 2016

Podium Perdana Suzuki Setelah 8 Tahun

Meskipun sedikit berbau keberuntungan, podium tiga milik Vinales untuk Suzuki Ecstar di Gp Le Mans 2016 Prancis 8 Mei kemarin cukup melepas dahaga para pecinta Suzuki. Podium terakhir Suzuki pada 2008 lalu atas nama Loris Capirossi "Capirex" di Rep. Ceko, Saat itu masih bersama Rizla Suzuki. Kemudian setelah itu tak ada lagi. Absen tahun 2012 sampai 2014 di motoGp membuat suzuki harus memulai lagi dari nol saat tahun comeback mereka ke motoGp di 2015.

Sabtu, 02 April 2016

Apa benar seperti ini paham para sopir truk???

ilustrasi http://wartakota.tribunnews.com/2014/01/11/dinas-pu-dki-
tuding-truk-penyebab-jalan

"Iya kang....betul. Kami sopir truk seperti ada ilmu tak tertulis jika terjadi laka lantas maka diharapkan mending korban meninggal dari pada hidup apalagi sampai cacat"

Kalimat di atas ygm kutip dari blognya mas iwan banaran. Kalimat tersebut keluar langsung dari mulut mantan sopir truk, yang menurutnya sudah seperti doktrin. Ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan truk yang dikemudikannya dengan kendaraan lain (dalam kasus ini mungkin lebih sering dengan biker motor). Para sopir lebih mengharapkan yang bawa motor meninggal dunia dari pada hidup apalagi cacat.


Alasannya jelas dari tuntutan manajemen tempat si sopir bernaung, supaya tidak banyak keluar uang. Jikalau korbannya meninggal kompensasi cuma sekali bayar, tapi jika masih hidup apalagi diikuti cacat maka pembayaran akan terus menerus. Itu menurut mereka. ygm sendiri sebenarnya juga tidak paham2 amat masalah beginian. Tapi yang membuat ygm terhenyak ya pahamnya itu " Lebih baik meninggal dari pada hidup". Ngeri coy. Apa lagi buat ygm sendiri yang memang sering jalan naik motor. hampir tiap hari berhadapan dengan truk-truk besar di jalanan.

Mudah-mudahan apa yang ygm baca diblog iwan banaran (ini link postnya). tidak semua sopir truk punya paham seperti itu. Sopir truk tentu juga manusia, punya hati dan perasaan juga. Tak mungkinlah mereka menginginkan terjadinya hal-hal buruk semacam kecelakaan itu yang sampai merenggut nyawa orang lain. Mereka cari nafkah kita juga cari nafkah. Sing penting tetap bijaksana di jalan n tetap safety riding.

Rabu, 30 Maret 2016

Fix 20 tahun #46 @motogp

foto dari tmcblog.com
Bagi yang hobi nonton balap motor pasti tahu dengan Valentino Rossi, bahkan bagi yang tak suka sekalipun paling tidak pernah mendengar nama itu, melihatnya di tivi, koran dan iklan2 yang berbau otomotif terlebih roda dua.

Bagi saya sendiri memang sempat menyenangi aksi Vale di arena balap, entah kenapa. Mungkin karena lebih terbawa arus, karena memang sebelum mengenal balap motor (MotoGp/dulu disebut GP500) lebih dulu mengenal Valentino Rossi. Makanya ketika pertama kali nonton Motogp, pembalap satu-satunya yang sudah sy tahu ya si Vale.

Hari ini tanggal 31 maret 2016, kenapa saya tetiba tertarik menulis tentang Vale karena tepat tanggal ini 20 tahun yang lalu adalah awal dari kisah si Vale berkecimpung di ajang balap motor paling wahid sedunia. Tepatnya di sirkuit Lama Syah Alam Malaysia.

Rabu, 09 Maret 2016

Gerhana MT 9 Maret 2016

Pagi-pagi sekali saya sudah bangun. Karena hari ini hari yang berbeda, hari yang langka. Hari terjadinya gerhana matahari total yang akan terjadi lagi selang 33 tahun berikutya. sebuah momen yang sayang untuk dilewatkan.

Namun sayang sekali langit ditempeli awan-awan tebal. matahari yang ditunggu-tunggu tak tampak. akhirnya hanya bisa menyaksikan lewat siaran tivi. meskipun terlihat jelas di tivi tapi sensasinya tentu berbeda ketika menyaksikan secara langsung.


Rabu, 02 Maret 2016

Gempa dan Kota Padang (1)

Gambar dari beritasatu.com
Warga kota padang baru saja mendapat kejutan dari alam pas jam shalat isya tadi (2/2/2016). Gempa dengan ukuran 7,8 SR mengguncang kota Padang. pusat gempa 600san km arah barat pulau mentawai dengan kedalaman 10 km, itu info dari BMKG. Getaran gempanya terasa samapi ke Gunung Medan, Dharmasraya tempat domisili saya sekarang.

Saya duduk-duduk nonton tv saat gempa terjadi. awalnya saya merasakan adanya goyangan-goyangan kecil di kursi tempat saya duduk. persangkaan pertama saya itu cuma gejala denyutan nadi saya di bagian bok*ng. tak lama kemudian ada agi gejala yang sama dan saya masih belum sadar kalau itu gempa, masalahnya hanya terasa seperti denyutan denyutan kecil saja di bagian bok*ng. Tak lama kemudian kakak saya bertanya. "ada gempa ya?". ternyata dia merasakan hal yang sama dan akhir nya saya baru ngeh kalau itu memang gempa. belum percaya juga saya pastikan dengan melihat kabel yang tergantung di langit-langit, ternyata kabel itu bergoyang sedikit sisa dari gempa tadi.

Sabtu, 06 Februari 2016

Postingan pertama di tahun 2016

Sudah lama tak mengisi ruang blog ini. Bukan karena sibuk atau banyak pekerjaan. Saya seperti kehilangan gairah untuk terus menulis. Terlebih jika lingkungan tak selaras. Semoga di tahun 2016 ini saya kembali rajin menulis.

Minggu, 18 Oktober 2015

Belajar dari balapan motoGP Australia

Andrea Ianonne. AFP/Saeed Khan // detiksport
Siang tadi saya baru saja nonton salah satu balapan motoGP yang paling seru, paling atraktif, paling menegangkan selama satu dekade ini. Balapan yang dilangsungkan di pulau Philips Island, Australia ini akhirnya dimenangkan Marq Marquez. Begitulah kira-kira gambaran tentang balapan tersebut di salah satu portal online. Saya tidak tahu apakah itu memang betul apa tidak karena saya belum cukup satu dekade menonton motoGP, tapi semenjak saya pertama kali nonton motoGP sampai sekarang, memang inilah balapan paling menegangkan, atraktif, seru dan lain apanyalah.

Kamis, 15 Oktober 2015

komen berita menarik

Sore tadi kebetulan lagi nonton teve yang acaranya berita sore, kebetulan ya. Ada berita menarik yang membuat saya tak jadi menekan tombol remote control untuk pindah chanel. Berita tentang seorang guru eSDe di Situbondo yang menghukum muridnya dengan cara disuruh telanjang (kabarnya cuma disuruh buka pakaian bagian bawah doink) di depan teman-teman sekelasnya. Gokil bro. Gokil dalam arti sebenarnya alias gila, edan. Bayangin murid disuruh memperLIHATkan bagian auratnya pada teman-teman sekelas. Yang dihukum delapan orang kabarnya, dua diantaranya adalah perempuan.

Yang bikin ga habis pikir apa ga ada cara lain yang lebih mendidik, ini sekolahan apa bukan? Coba kita bayangin jika gurunya yang ga bikin RPP misalnya disuruh buka roknya (berhubung yang beri hukuman guru perempuan) di depan sesama guru, apa ga malu? Akibat hukuman itu sebagian murid trauma dan malas datang ke sekolah karena malu.

Saya memang bukan ahli pendidikan, tapi apa yang dilakukan guru ini semua orang bisa menilai kalau itu adalah cara yang tidak tepat. Masih banyak cara-cara lain yang lebih mendidik. Oh, gurunya beralasan biar ada efek jeranya. Serius memang, bikin jera, jera sampai ke ubun-ubun. Niat gurunya baik mungkin, hanya jalannya saja yang tidak tepat.


Si Mata Empat

Pernah dengar tentunya istilah empat mata atau mata empat, istilah buat orang-orang yang pakai kacamata. Saya termasuk adalah orang yang pernah dijuliki bermata empat karena memang keseharian selama beberapa tahun belakangan ini saya selalu pakai kacamata kemana-mana. Bukan karena pengen gaya-gayaan seperti yang lagi tren sekarang, tapi memang karena mata ini tak sanggup lagi meraba jarak yang jauh.

Rabu, 14 Oktober 2015

Kabut Fog

Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Gelap
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Tak ada matahari
Tatkala malam tiba. Jangkrik mulai ada
Tatkala malam tiba. Udara berubah sejuk
Bila malam tiba. Aku berangsur mengantuk
Bila malam tiba. Kasur terasa lebih empuk

Kemarin malam hujan turun
Rintik-rintiknya begitu deras menampar seng
Aku terjaga
Oh, ternyata aku kebelet pipis
Malam ini hujan tak turun
Aku masih terjaga

Berangsur-angsur malam menutup tirainya
Fajar pun menjelang,
menyingsing di ufuk timur
Tapi ada satu hal yang pasti
Kabut belum pergi

Seonggok Jagung ( W.S. Rendra) kritik pada pendidikan, silahkan inap2kan

Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Yang kurang sekolahan
Memandang jagung itu
Sang pemuda melihat lading
Ia melihat petani
Ia melihat panen
Dan suatu hari subuh
Para wanita dengan gendongan
Pergi ke pasar………………..
Dan ia juga melihat
Suatu pagi hari
Di dekat sumur
Gadis-gadis bercanda
Sambil menumbuk jagung
Menjadi maisena
Sedang di dalam dapur
Tungku-tungku menyala
Di dalam udara murni
Tercium bau kue jagung
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda
Ia siap menggarap jagung
Ia melihat menggarap jagung
Ia melihat kemungkinan
Otak dan tangan
Siap bekerja
Tetapi ini :
Seonggok jagung dikamar
Dan seorang pemuda tamat S.L.A
Tak ada uang, tak bisa jadi mahasiswa
Hanya ada seonggok jagung dikamarnya
Ia memandang jagung itu
Dan ia melihat dirinya terlunta-lunta
Ia melihat dirinya ditendang dari discotheque
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase
Ia melihat sainganya naik sepeda motor
Ia melihat nomer-nomer lotere
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal
Seonggok jagung ia di kamar
Tidak menyangkut pada akal
Tidak akan menolongnya
Seonggok jagung dikamar
Tak akan menolong seorang pemuda
Yang pandangan hidupnya berasal dari buku
Dan tidak dari kehidupan
Yang tidak terlatih dalam metode
Dan hanya penuh hafalan kesimpulan
Yang hanya terlatih sebagai pemakai
Tatapi kurang latihan bebas berkarya
Pendidikan telah memisahkanya dari kehidupanya

Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
Di tengah kenyataan persoalanya?
Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya mendorong seseorang
Menjadi layang-layang di ibukota
Kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
Belajar filsafat,teknologi,ilmu kedokteran,atau apa saja.
Ketika ia pulang ke daerahnya,lalu berkata :
“disini aku merasa asing dan sepi”

Kenapa ada orang sukses tanpa pendidikan formal?

Tak asing lagi rasanya ketika mendengar atau membaca nama Marc Zuckerberg, orang yang mewujudkan sebuah dunia baru bernama Facebook. Satu hal yang menarik dari Marc adalah kenyataan bahwa dia DO dari kampusnya dan kemudian berhasil menjadi salah satu orang sukses di dunia ini. Dulu saya pernah ikut kuliah umum dengan seorang pengusaha sukses dari Sumbar, Basrizal Koto. Tidak tamat SD tapi sekarang dia menjadi seorang pengusaha sukses.